Jumat, 21 Mei 2010

Finallly, i found the "TEMPTATION"



Suatu malam, saya ngobrol2 sama temen2 main waktu kuliah. Kita ribut ngomongin batik, angklung, reog dan segala macam harta yang diklaim negara tetangga. Mulai dari bicara soal paten, efektivitas pergerakan rakyat untuk menyatakan protesnya atas klaim tersebut, sampai pada satu ujung saya bersuara "cape ah debating kaya bginian mulu tapi ga ada action". Lalu saya pergi meninggalkan mereka.

Tapi obrolan2 tadi seolah2 menampar saya hingga sampai pada satu titik pertanyaan "apa give back saya untuk lingkungan? saya bisa melalui masa pendidikan dengan lancar, saya bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat, keluarga yang hangat, tapi apa yang bisa saya perbuat untuk mensyukuri itu semua selain dengan mengucapkan 'alhamdulillah'..? saya perlu melakukan sesuatu..sesuatu yang sederhana untuk budaya..dan yang sejalan dengan hobby saya"

Saya coba tanya kesana-kesini, apa ada sanggar musik tradisional atau kontemporer yang butuh tenaga saya..yang bisa saya bantu..yang bisa memanfaatkan tangan saya untuk satu tujuan "saya mau budaya Indonesia tidak hilang". Tapi sepertinya sulit sekali menemukan sanggar2 tersebut dan saya hampir putus asa, mungkin saya memang harus fokus ke kerjaan saya saja.

Sampai pada akhirnya pada saat event perayaan ulang tahun Kelompok Pengamen Jalanan, saya diajak oleh teman (EHEM...yang sekarang jadi pacar saya ^_^ ) untuk main2 ke stand sanggar musik kontemporer di wapres Bulungan.

MAHAGENTA. Yes, itu nama sanggar musik kontemporer tersebut. Saya belum pernah denger atau lihat video klip mereka. Asing sekali di telinga saya. Saya dikenalkan oleh leader-nya, mas Uyung, sedikit berbincang karena saya merasa sangat buta musik kontemporer, saya tidak tahu harus ngobrol apa ditambah dengan "kebutaan" saya tentang MAHAGENTA.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli cd mereka. Langsung di mobil saya pasang dan reaksi pertama adalah WOW + merinding. Suara gendang, kecapi, lirik yang tidak biasa, ketukan yang janggal, tapi tetap ramah di telinga. Seketika itu, saya tahu saya harus ke tempat mereka.

Seminggu kemudian, saya ijin kepada Mas Uyung untuk main2 ke sanggar dan menanyakan apakah masih butuh tenaga untuk sekedar bantu2. Mas Uyung membukakan pintu lebar2 dan tidak tanggung2, saya langsung diposisikan di piano dan kami pun jamming beberapa lagu. Setelahnya, saya diberi partitur lagu2 MAHAGENTA untuk coba dimainkan full band. Baru masuk intro, saya (sekali lagi) merinding..!!! bengong..!! hanya bisa tersenyum lihat kanan kiri saya..gamelan, gendang, dan alat2 musik tradisional yang saya tidak hafal namanya. Melodi ini!!! saya kehilangan melodi2 seperti ini. Melodi tradisional dan modern. Hingga sampai selesai satu lagu, saya masih bengong dan pastinya TEPUK TANGAN untuk team ini. KALIAN LUAR BIASA!!!

Saya senang MAHAGENTA membuka pintu lebar2 untuk saya berkecimpung dan berilmu di dalamnya. Saya belajar bagaimana membaca partitur, chord2 piano yang selama ini saya tidak tau, ketukan2 janggal, dan yang terpenting adalah BAGAIMANA MENGHASILKAN HARMONISASI DALAM SATU TEAM.

Sejauh ini, saya merasa nyaman menjadi bagian dari keluarga besar ini. Semoga saya bisa banyak bantu untuk MAHAGENTA yang memiliki misi sama dengan saya "masih tetap setia mengekplorasi Musik Indonesia yang adi luhung dan gak pernah kering ( ingat " musik Indonesia " ) - Uyung Mahagenta"

Semoga kalian yang biasa berdebat, berteriak2 dan mencemooh kesal karena harta kita dicolong orang, yuk kita beraksi nyata!! melestarikan akan lebih berguna daripada rebutan ^_^

Jumat, 23 April 2010

My Guardian Angel


I'm gonna telling you a little bit about my story called "something that really really influence my life"..
So, since all of you are the daddies, i think you should read this..coz it might be also the sound of your daughter's heart too that you'll never know..

ENJOY... :)


Since i was a child, i spend a little time with my dad
My dad always move his feet from this island & ocean to another island, and so on until my 20 something ages

My dad told me, once, when i was 2 or 3 years old, i couldn't remember him AT ALL since he leaved me for a long long time for his patriotic duty.
I cried when he hugged me & i screamed when he kissed me.
But my dad had a miraculous way to bring back my memory about him.
& then he started to wear his white shirt & he smoked in front of me.
and SURPRISINGLY, my mind said "hmmm...well, he must be my dad".
then i ran to him & hugged him just like a kid who meet santa clause.
(hilarious, right..?)

on my 15 ages, he started to put his full-control on me, on my brain & on my personality.
He told me where I have to have my education, started from the choices of high school to my college education.
he COMMANDED me to have a high school at a catholic-homogen school & i did it.
he ORDERED me to have a law school & i did it, though i don't like it very much.

I often sigh-ing because of the way he rules my life without saying many words to me!!!
& i always complained, why he gave me a hard-upbringing to me but we never had enough time to have a daughter-father conversation...

But now, as I'm 22 ages, as i grow up to become a lady, I understand all the reason behind his ordered, his command & his silences.
It takes more than 5 years to understand all the meaningful silence of him.

I realize, we have a conversation less than all daughters do with their daddy.

I only see his face less than 2 days a week

He never tells me how to live

But he always shows me how to live & he let me watched it & learned from it.
That's a very very expensive lessons.

So, no matter how tall I grow up, my dad will always be someone who i look up to.

If there's a BIG gift GOD ever gave to me, it must be MY DAD

Selasa, 20 April 2010

21 April 2010


She was born in the middle of war weapon explosion sounds
She’s the older daughter on her family
She says “It’s enough..!!”
Enough to see the suffering of women
whose world is limited only to the house walls

She grew up and saw women struggle
to gain freedom, autonomy
and legal equality
as part of a broader movement

She speaks through words on the books she wrote..
She dreams through the idea of woman emancipation..

Teaches us that “equals” means commensurate
Stands on the same height
Kneeling on the same low

Run, run, run..!! Go catch your dream
But never forget your nature as a woman
Be a smart lady for your family is more important

As she pass away
Many women arises become leader
Her spirit keep burning my women
And that’s the truly beauty

We may never met her
But we know her mission
and we always try to accomplish it

She’s my woman…
She’s Kartini

-tetaplah bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpimu- (laskar pelangi)

Kamis, 02 Oktober 2008

hidup itu tidak sempurna. Tapi masalah akan membuat hidup anda menjadi sangat berharga

Baru saja menyaksikan film yang sebenarnya sudah agak lama, LOVE. Sophan Sophiaan (alm.), Widyawati, Laudia Cintya Bella, Acha, Irwansyah, dll. Saya yakin anda tahu film ini. Menyaksikan film ini membuat saya berani. Berani untuk menerima kenyataan. Berani untuk mencoba memaafkan. Berani untuk membuka diri. Berani untuk menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia.

Sebuah hal yang wajar ketika manusia merasa dirinya ada di posisi paling rendah, paling hina, paling sial dalam hidupnya. Entah karena hal-hal yang bersifat intern maupun ekstern, baik yang hadir secara tidak sengaja maupun didatangkan dengan sengaja oleh manusia tersebut. Perasaan-perasaan itu tentu datang setelah anda menghadapi beberapa hal yang ternyata tidak sesuai dengan harapan dan keinginan anda. Sebagai contoh, anda mengharapkan berada di dalam sebuah keluarga yang bahagia seperti impian semua orang. Namun ternyata ada beberapa masalah dalam keluarga anda yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan memberikan efek yang anda rasakan sebagai energi negative dalam kehidupan anda. Perasaan campur aduk, sedih, marah, kesal, benci, terlalu sensitive, bahkan mungkin membentuk anda menjadi sebuah pribadi baru yang skeptis. Sinis terhadap sesuatu yang bernama “keluarga”, “pernikahan”, atau “cinta”.

Sama seperti hal yang digambarkan dalam film tersebut, bagian Surya Saputra dan Wulan Guritno, Ketika mereka dihadapkan pada situasi yang luar biasa, seperti mendapatkan anak dengan anugerah yang luar biasa, ada saja masalah lain yang membuat teamwork antara Surya Saputra dan Wulan Guritno untuk mendampingi dan mendidik anak mereka yang luar biasa itu. Masalah tersebut muncul ketika Surya mendapati Wulan berciuman dengan laki-laki lain saat Surya sudah mempersiapkan kejutan makan malam untuk menyambut kedatangan Wulan. Seketika itu juga Surya marah, membentak Wulan dengan sangat kasar. Sangat berbeda dengan perlakuannya saat mengantar Wulan ke terminal bus. Terlihat dengan jelas betapa Surya mencintai Wulan sepenuh hati, bahkan Surya tidak marah ketika Wulan lupa menciummnya. Justru Surya meminta Wulan untuk menciummnya dulu sebelum Wulan berangkat pergi. Hingga akhirnya masalah itu muncul, Wulan dan Surya kemudian hidup terpisah, mereka hanya bertemu ketika mendampingi anak mereka sekolah di sebuah sekolah istimewa.

Mungkin anda pernah mengalami masalah serupa dalam hidup anda. Tidak selalu mengenai perselingkuhan, tapi berbagai masalah dalam rumah tangga anda yang akhirnya membuat anda merasakan perasaan-perasaan negative seperti yang telah saya sebutkan tadi dan merubah anda menjadi pribadi yang lebih buruk dari sebelumnya. Entah dalam posisi si anak yang sangat merasakan kurangnya kehadiran seorang panutan dan pelindung yaitu ibunya, atau mungkin berada di posisi Wulan yang dia sendiri sebenarnya tidak tahu untuk apa dia menikah dengan Surya dan apakah dia mencintai Surya, atau bahkan ada di posisi Surya yang begitu mencintai istrinya dan meletakkan seluruh kepercayaannya untuk istrinya namun ketika mendapati istrinya berselingkuh langsung memutarbalikkan karakternya yang dulu sangat loveable. Saya tahu, sungguh pengalaman saya mungkin jauh dari anda-anda semua tentang pernikahan, toh saya belum pernah menikah. Namun setidaknya, biarkan saya menyampaikan apa yang saya tangkap dalam film tersebut.

Berbicara tentang merubah diri menjadi pribadi yang lebih buruk seperti yang dilakukan oleh Surya saat mengusir Wulan, saya pernah mengalaminya. Menjadi sinis terhadap lawan jenis dan cinta. Apalagi terhadap pernikahan. Mengikat diri dengan seseorang pun saya tidak berani. Saya selalu berpikir, karakter itu terbentuk dalam diri saya karena pengalaman. Pengalamanlah yang membentuk diri saya menjadi skeptis terhadap sebuah hubungan antara laki-laki dan wanita. Pengalaman yang mengajarkan saya untuk tidak lagi menyerahkan hati kepada pria manapun meskipun saya menyadari bahwa saya jatuh hati dengan seorang pria. Namun setelah menyaksikan film LOVE, pandangan saya berubah 180 derajat, seolah-olah saya sudah terhipnotis oleh sebuah energi yang membuat air mata saya tumpah dan hati saya bergetar.

Saya kemudian menyadari, kepribadian negative yang ada dalam diri saya, itu semua bukan terbentuk dari pengalaman. Tapi SAYA SENDIRI LAH YANG MEMBENTUKNYA. Saya sendiri yang menghadirkan karakter itu dalam diri saya. Saya sendiri yang memaksakan diri untuk tidak mencintai orang lain. Saya sendiri yang memaksakan diri untuk mengelak terhadap kasih sayang dari orang-orang sekitar saya. Dan saya sadar, itu adalah HAL TERBURUK YANG PERNAH SAYA LAKUKAN DALAM HIDUP SAYA. Saya berfikir, “kenapa saya tidak mencoba melihatnya dari sisi lain? Atau mungkin dengan pandangan yang berbeda?”.

Masalah selalu datang dan pergi dalam hidup manusia. Ada yang mengatakan, “cara pandang seseorang terhadap masalah saja, sudah merupakan suatu masalah”. Dan cara pandang saya selama ini terhadap masalah-masalah dalam hidup saya selalu negative. Saya selalu yakin bahwa masalah hanya akan menghambat kinerja dan cita-cita saya. Tapi saya tidak pernah menyadari bahwa Tuhan memberikan apa yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan. Dengan adanya masalah, seharusnya saya bisa menjadi lebih bijaksana menghadapi hidup karena sudah ditempa dengan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan yang bisa membuat saya lebih menghargai hidup dan waktu. Masalah adalah suhu panas yang akan membentuk saya menjadi sebuah berlian cantik yang mahal (thx, Christa). Masalah adalah bara api dan palu yang akan merubah saya dari seonggok baja menjadi sebuah pedang (thx, Rona). Masalah adalah gilingan padi yang tajam dan merubah saya dari seikat padi menjadi sekarung beras yang lebih berguna dan dibutuhkan banyak orang.

Masalah hadrir dalam hidup bukan untuk dipikirkan dan disesali, tapi untuk dihadapi. Dengan menghadapi masalah, anda sudah melewati satu langkah besar dalam hidup anda. Dan cara anda dalam menghadapi masalah-lah yang akan menjadikan anda sebagai pribadi baru yang lebih baik. Menjadikan anda sebagai seorang pemenang. Pemenang yang sesungguhnya karena anda menghadapi masalah dengan besar hati dan kebijaksanaan, bukan dengan meminta bantuan orang lain untuk menghadapinya. Masalah melatih anda menjadi mandiri dan kuat, karena masalah akan mempengaruhi pola pikir dan pola tindak anda di masa depan sehingga anda tidak akan kaget lagi jika menemui masalah yang serupa dalam hidup anda. Masalah adalah pengalaman hidup. Dan pengalaman hidup adalah guru terbaik untuk anda. Anda hanya perlu ingat satu hal, “Selalu ada kemenangan dibalik setiap masalah”. Bersyukurlah karena Tuhan masih memberi anda masalah-masalah hidup. Karena itu berarti Tuhan masih mencintai anda dan mengharapkan anda agar semakin dekat dengan-Nya melalui doa dan ibadah saat anda menghadapi masalah-masalah hidup anda. Tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tidak ada sungai yang terlalu lebar untuk disebrangi, dan tidak ada masalah yang terlalu berat untuk manusia. Sadarlah, hidup itu tidak sempurna. Selalu ada masalah dan kekurangan-kekurangan. Semua tergantung pada cara anda memandang dan menghadapi masalah-masalah tersebut.