Kamis, 02 Oktober 2008

hidup itu tidak sempurna. Tapi masalah akan membuat hidup anda menjadi sangat berharga

Baru saja menyaksikan film yang sebenarnya sudah agak lama, LOVE. Sophan Sophiaan (alm.), Widyawati, Laudia Cintya Bella, Acha, Irwansyah, dll. Saya yakin anda tahu film ini. Menyaksikan film ini membuat saya berani. Berani untuk menerima kenyataan. Berani untuk mencoba memaafkan. Berani untuk membuka diri. Berani untuk menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia.

Sebuah hal yang wajar ketika manusia merasa dirinya ada di posisi paling rendah, paling hina, paling sial dalam hidupnya. Entah karena hal-hal yang bersifat intern maupun ekstern, baik yang hadir secara tidak sengaja maupun didatangkan dengan sengaja oleh manusia tersebut. Perasaan-perasaan itu tentu datang setelah anda menghadapi beberapa hal yang ternyata tidak sesuai dengan harapan dan keinginan anda. Sebagai contoh, anda mengharapkan berada di dalam sebuah keluarga yang bahagia seperti impian semua orang. Namun ternyata ada beberapa masalah dalam keluarga anda yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan memberikan efek yang anda rasakan sebagai energi negative dalam kehidupan anda. Perasaan campur aduk, sedih, marah, kesal, benci, terlalu sensitive, bahkan mungkin membentuk anda menjadi sebuah pribadi baru yang skeptis. Sinis terhadap sesuatu yang bernama “keluarga”, “pernikahan”, atau “cinta”.

Sama seperti hal yang digambarkan dalam film tersebut, bagian Surya Saputra dan Wulan Guritno, Ketika mereka dihadapkan pada situasi yang luar biasa, seperti mendapatkan anak dengan anugerah yang luar biasa, ada saja masalah lain yang membuat teamwork antara Surya Saputra dan Wulan Guritno untuk mendampingi dan mendidik anak mereka yang luar biasa itu. Masalah tersebut muncul ketika Surya mendapati Wulan berciuman dengan laki-laki lain saat Surya sudah mempersiapkan kejutan makan malam untuk menyambut kedatangan Wulan. Seketika itu juga Surya marah, membentak Wulan dengan sangat kasar. Sangat berbeda dengan perlakuannya saat mengantar Wulan ke terminal bus. Terlihat dengan jelas betapa Surya mencintai Wulan sepenuh hati, bahkan Surya tidak marah ketika Wulan lupa menciummnya. Justru Surya meminta Wulan untuk menciummnya dulu sebelum Wulan berangkat pergi. Hingga akhirnya masalah itu muncul, Wulan dan Surya kemudian hidup terpisah, mereka hanya bertemu ketika mendampingi anak mereka sekolah di sebuah sekolah istimewa.

Mungkin anda pernah mengalami masalah serupa dalam hidup anda. Tidak selalu mengenai perselingkuhan, tapi berbagai masalah dalam rumah tangga anda yang akhirnya membuat anda merasakan perasaan-perasaan negative seperti yang telah saya sebutkan tadi dan merubah anda menjadi pribadi yang lebih buruk dari sebelumnya. Entah dalam posisi si anak yang sangat merasakan kurangnya kehadiran seorang panutan dan pelindung yaitu ibunya, atau mungkin berada di posisi Wulan yang dia sendiri sebenarnya tidak tahu untuk apa dia menikah dengan Surya dan apakah dia mencintai Surya, atau bahkan ada di posisi Surya yang begitu mencintai istrinya dan meletakkan seluruh kepercayaannya untuk istrinya namun ketika mendapati istrinya berselingkuh langsung memutarbalikkan karakternya yang dulu sangat loveable. Saya tahu, sungguh pengalaman saya mungkin jauh dari anda-anda semua tentang pernikahan, toh saya belum pernah menikah. Namun setidaknya, biarkan saya menyampaikan apa yang saya tangkap dalam film tersebut.

Berbicara tentang merubah diri menjadi pribadi yang lebih buruk seperti yang dilakukan oleh Surya saat mengusir Wulan, saya pernah mengalaminya. Menjadi sinis terhadap lawan jenis dan cinta. Apalagi terhadap pernikahan. Mengikat diri dengan seseorang pun saya tidak berani. Saya selalu berpikir, karakter itu terbentuk dalam diri saya karena pengalaman. Pengalamanlah yang membentuk diri saya menjadi skeptis terhadap sebuah hubungan antara laki-laki dan wanita. Pengalaman yang mengajarkan saya untuk tidak lagi menyerahkan hati kepada pria manapun meskipun saya menyadari bahwa saya jatuh hati dengan seorang pria. Namun setelah menyaksikan film LOVE, pandangan saya berubah 180 derajat, seolah-olah saya sudah terhipnotis oleh sebuah energi yang membuat air mata saya tumpah dan hati saya bergetar.

Saya kemudian menyadari, kepribadian negative yang ada dalam diri saya, itu semua bukan terbentuk dari pengalaman. Tapi SAYA SENDIRI LAH YANG MEMBENTUKNYA. Saya sendiri yang menghadirkan karakter itu dalam diri saya. Saya sendiri yang memaksakan diri untuk tidak mencintai orang lain. Saya sendiri yang memaksakan diri untuk mengelak terhadap kasih sayang dari orang-orang sekitar saya. Dan saya sadar, itu adalah HAL TERBURUK YANG PERNAH SAYA LAKUKAN DALAM HIDUP SAYA. Saya berfikir, “kenapa saya tidak mencoba melihatnya dari sisi lain? Atau mungkin dengan pandangan yang berbeda?”.

Masalah selalu datang dan pergi dalam hidup manusia. Ada yang mengatakan, “cara pandang seseorang terhadap masalah saja, sudah merupakan suatu masalah”. Dan cara pandang saya selama ini terhadap masalah-masalah dalam hidup saya selalu negative. Saya selalu yakin bahwa masalah hanya akan menghambat kinerja dan cita-cita saya. Tapi saya tidak pernah menyadari bahwa Tuhan memberikan apa yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan. Dengan adanya masalah, seharusnya saya bisa menjadi lebih bijaksana menghadapi hidup karena sudah ditempa dengan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan yang bisa membuat saya lebih menghargai hidup dan waktu. Masalah adalah suhu panas yang akan membentuk saya menjadi sebuah berlian cantik yang mahal (thx, Christa). Masalah adalah bara api dan palu yang akan merubah saya dari seonggok baja menjadi sebuah pedang (thx, Rona). Masalah adalah gilingan padi yang tajam dan merubah saya dari seikat padi menjadi sekarung beras yang lebih berguna dan dibutuhkan banyak orang.

Masalah hadrir dalam hidup bukan untuk dipikirkan dan disesali, tapi untuk dihadapi. Dengan menghadapi masalah, anda sudah melewati satu langkah besar dalam hidup anda. Dan cara anda dalam menghadapi masalah-lah yang akan menjadikan anda sebagai pribadi baru yang lebih baik. Menjadikan anda sebagai seorang pemenang. Pemenang yang sesungguhnya karena anda menghadapi masalah dengan besar hati dan kebijaksanaan, bukan dengan meminta bantuan orang lain untuk menghadapinya. Masalah melatih anda menjadi mandiri dan kuat, karena masalah akan mempengaruhi pola pikir dan pola tindak anda di masa depan sehingga anda tidak akan kaget lagi jika menemui masalah yang serupa dalam hidup anda. Masalah adalah pengalaman hidup. Dan pengalaman hidup adalah guru terbaik untuk anda. Anda hanya perlu ingat satu hal, “Selalu ada kemenangan dibalik setiap masalah”. Bersyukurlah karena Tuhan masih memberi anda masalah-masalah hidup. Karena itu berarti Tuhan masih mencintai anda dan mengharapkan anda agar semakin dekat dengan-Nya melalui doa dan ibadah saat anda menghadapi masalah-masalah hidup anda. Tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tidak ada sungai yang terlalu lebar untuk disebrangi, dan tidak ada masalah yang terlalu berat untuk manusia. Sadarlah, hidup itu tidak sempurna. Selalu ada masalah dan kekurangan-kekurangan. Semua tergantung pada cara anda memandang dan menghadapi masalah-masalah tersebut.

4 komentar:

Felicia mengatakan...

Rime... Gue juga bakal berusaha untuk jadi lebih positif! Ayo kita berjuang bersama =D

rainbow mengatakan...

well..
bner..
yang pasti do d best..
untuk lebih lengkapnya..
gntyan kunjungi blog saya..
vibrianputri.blogspot.com
^^

Unknown mengatakan...

keep writing...

salam blogger
http://aliepoedjakusuma.blogspot.com

Mel of the Thought Chamber mengatakan...

haiiii dearie, ini melita. nice long entry...positif banget! ayoo rima semangaaat...gue jadi inspired juga baca entry loe yang ini..write more yah dear, ill be waiting for the update hehe =)