
Suatu malam, saya ngobrol2 sama temen2 main waktu kuliah. Kita ribut ngomongin batik, angklung, reog dan segala macam harta yang diklaim negara tetangga. Mulai dari bicara soal paten, efektivitas pergerakan rakyat untuk menyatakan protesnya atas klaim tersebut, sampai pada satu ujung saya bersuara "cape ah debating kaya bginian mulu tapi ga ada action". Lalu saya pergi meninggalkan mereka.
Tapi obrolan2 tadi seolah2 menampar saya hingga sampai pada satu titik pertanyaan "apa give back saya untuk lingkungan? saya bisa melalui masa pendidikan dengan lancar, saya bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat, keluarga yang hangat, tapi apa yang bisa saya perbuat untuk mensyukuri itu semua selain dengan mengucapkan 'alhamdulillah'..? saya perlu melakukan sesuatu..sesuatu yang sederhana untuk budaya..dan yang sejalan dengan hobby saya"
Saya coba tanya kesana-kesini, apa ada sanggar musik tradisional atau kontemporer yang butuh tenaga saya..yang bisa saya bantu..yang bisa memanfaatkan tangan saya untuk satu tujuan "saya mau budaya Indonesia tidak hilang". Tapi sepertinya sulit sekali menemukan sanggar2 tersebut dan saya hampir putus asa, mungkin saya memang harus fokus ke kerjaan saya saja.
Sampai pada akhirnya pada saat event perayaan ulang tahun Kelompok Pengamen Jalanan, saya diajak oleh teman (EHEM...yang sekarang jadi pacar saya ^_^ ) untuk main2 ke stand sanggar musik kontemporer di wapres Bulungan.
MAHAGENTA. Yes, itu nama sanggar musik kontemporer tersebut. Saya belum pernah denger atau lihat video klip mereka. Asing sekali di telinga saya. Saya dikenalkan oleh leader-nya, mas Uyung, sedikit berbincang karena saya merasa sangat buta musik kontemporer, saya tidak tahu harus ngobrol apa ditambah dengan "kebutaan" saya tentang MAHAGENTA.
Akhirnya saya memutuskan untuk membeli cd mereka. Langsung di mobil saya pasang dan reaksi pertama adalah WOW + merinding. Suara gendang, kecapi, lirik yang tidak biasa, ketukan yang janggal, tapi tetap ramah di telinga. Seketika itu, saya tahu saya harus ke tempat mereka.
Seminggu kemudian, saya ijin kepada Mas Uyung untuk main2 ke sanggar dan menanyakan apakah masih butuh tenaga untuk sekedar bantu2. Mas Uyung membukakan pintu lebar2 dan tidak tanggung2, saya langsung diposisikan di piano dan kami pun jamming beberapa lagu. Setelahnya, saya diberi partitur lagu2 MAHAGENTA untuk coba dimainkan full band. Baru masuk intro, saya (sekali lagi) merinding..!!! bengong..!! hanya bisa tersenyum lihat kanan kiri saya..gamelan, gendang, dan alat2 musik tradisional yang saya tidak hafal namanya. Melodi ini!!! saya kehilangan melodi2 seperti ini. Melodi tradisional dan modern. Hingga sampai selesai satu lagu, saya masih bengong dan pastinya TEPUK TANGAN untuk team ini. KALIAN LUAR BIASA!!!
Saya senang MAHAGENTA membuka pintu lebar2 untuk saya berkecimpung dan berilmu di dalamnya. Saya belajar bagaimana membaca partitur, chord2 piano yang selama ini saya tidak tau, ketukan2 janggal, dan yang terpenting adalah BAGAIMANA MENGHASILKAN HARMONISASI DALAM SATU TEAM.
Sejauh ini, saya merasa nyaman menjadi bagian dari keluarga besar ini. Semoga saya bisa banyak bantu untuk MAHAGENTA yang memiliki misi sama dengan saya "masih tetap setia mengekplorasi Musik Indonesia yang adi luhung dan gak pernah kering ( ingat " musik Indonesia " ) - Uyung Mahagenta"
Semoga kalian yang biasa berdebat, berteriak2 dan mencemooh kesal karena harta kita dicolong orang, yuk kita beraksi nyata!! melestarikan akan lebih berguna daripada rebutan ^_^
